Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Saturday, August 11, 2012

Short Visit > Pusaran waktu di Kotagede


Kotagede adalah lorong waktu tanpa ujung.
Sebuah perkampungan tua nan elok tak lekang digerus waktu yang kejam.

Dalam babad Mataram dikisahkan, bahwa cikal bakal Mataram kuno lahir dari sini, di Kotagede. Disinilah Panembahan Senopati mulai membabat alas (membuka hutan) pertama kali untuk memulai sejarah panjang kerajaan Jawa Mataram. Dibantu Ki Ageng Pemanahan, sang Senopati memulai membangun satu wangsa kuat yang ikut mewarnai sejarah besar di republik ini.

Saat Panembahan Senopati wafat, dia dimakamkan disini juga, dihalaman rumah Ki Ageng Pemanahan. Dalam bangunan makam Panembahan Senopati berdiri mesjid tua yang menjadi pusat mesjid agung Kotagede. Ditilik dari bangunan fisiknya yang luarbiasa tebal tembok dari tumpukan batubata merah, kompleks makam raja besar  Mataram diberi pagar berkeliling yang amat luas.  Kokoh dan menakjubkan secara visual.

Jejak Panembahan Senopati  hingga kini masih bisa ditemui. Banyak peziarah datang mengunjungi makam beliau. Dan beberapa pengunjung  juga menejenguk petilasan (jejak) kedua tokoh besar yang masih disimpan sejak 1509. Salah satunya adalah watu gilang, sebuah batu tempat Panembahan Senopati duduk duduk dirumahnya ketika membabat alas disana. Selain itu masih disimpan batu gatheng (lempar batu) yang merupakan alat bermain raden Ronggo (anak Panembahan Senopati), ketika masih bocah.

Menyusuri Kotagede paling afdhal memang memakai sepeda motor atau sepeda. Jadi, memilih bersepeda adalah pilihan yang sangat tepat.
Perkampungan disini dipenuhi oleh jalanan gang sempit. Mobil tidak akan bisa melewati area ini. Kotagede tidak menarik jika hanya dilalui dari jalan rayanya misal Kemasan, Tegalgendu, dan Mondorakan. Cobalah berbelok masuk kedalam gangnya, disitu baru keliatan betapa tuanya wilayah ini. Bangunan tua amat banyak, sangat banyak tak terhitung. Kotagede termasuk cagar budaya yang tidak boleh diubah semaunya. Sifat orisinalitas wilayah ini dijaga dengan baik selama belasan  abad. Banyak obyek bagus untuk difoto jika memang suka mengamati arsitektur disini.  Disinilah surga  fotografi arsitektur luar ruang yang amat melimpah.

Kotagede tumbuh dengan jalan kecil mirip labirin yang membingungkan penuh persimpangan dan pertigaan. Bukan hal gampang bagi orang asing masuk kedalam gang gang kecil disini. Eksplorasi menarik dan menantang bukan cuma mengamati bentuk fisik bangunan tapi juga mengalami disorientasi arah yang terus menerus. Bingung dimana kita berada dan hendak kemana.  Seperti bingung terjebak dalam lorong ruang waktu yang tanpa putus centang perentang kian kemari. Makin terseret jauh kedalam makin terasa nikmatnya.

Kotagede emang pilihan bagus untuk bersepeda, tidak menyesal jika kemari membawa sepeda. Sungguh.
***** hsgautama.blogspot.com

http://hsgautama.blogspot.com/search/label/A-SALE


"Short Visit" adalah cerita ttg perjalanan cuti dari tgl 05-27 Mei 2007.
Maaf jika komentar engga sempat dibalas krn kami masih dalam perjalanan dimobil
atau terhenti disatu sudut desa. Foto dan blog akan diupdate terus sepanjang perjalanan













































No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...