Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Baca Rules Sisi Kiri Dengan Cermat

Saturday, August 11, 2012

Short Visit > Mistik Pesugihan, Napas putus, dan Ngenyot gile


Liat judul thread diatas, bisa dipastikan nyampur kayak cendol.
Bikin judul kok diborong semua, hehehe.. serakah.
Realitasnya memang kami menemukan itu semua saat tiba disini. Judul dan isi gak akan menipu lah.

Area wisata Gedong Songo termasuk wisata populer yg terhampar diantara dua kepitan area "ketiak" Ambarawa dan Semarang, Bukan "burket" spt iklan anti bau ketek, wilayah ini sungguh menawan dan berada diperut lereng G.Ungaran. Jalan masuk paling gampang adalah rute Bandungan, lalu masih naik lagi keatas menuju desa terakhir yakni desa Darum. Posisi Gedong Songo berada diketinggian 1400m. Kita akan bersepeda di Gedong Songo ini.

Disini ada sembilan candi (songo: artinya "sembilan" dalam bahasa jawa) yang letaknya tersebar berjauhan melingkari perbukitan terjal dan curam yg ditengahnya terhampar jurang dan lembah luas. Disalah satu sudut lembah itu terdapat mata airpanas yg bergolak dahsyat mengeluarkan uap panas dan hawa belerang yg amat menyengat.


Dari pintu gerbang masuk wilayah ini, kami sudah jerih melihat curamnya tanjakan yg akan dilalui. Ajegile, kemiringannya benar benar membuat senewen. Jalan kaki saja butuh isitirahat beberapa kali mengatur napas dan tenaga. Bahkan, kuda kuda yang disewakan disini juga tidak bisa terus terusan nonstop dipakai untuk membawa manusia menanjak keatas. Padahal disini ada sembilan candi yang satu dengan lainnya tersebar berbeda bukit dengan jarak yg lumayan jauh. Bisa dibayangkan, susahnya menggenjot sepeda dengan kecepatan konstan menuju keatas tanpa dituntun. Penjaga gerbang dibawah saja berkomentar dalam bahasa Jawa kepada temannya ketika melihat kami masuk membawa sepeda, katanya: "edan, apa bisa naik sepeda keatas sana"?

Komentar itu betul adanya. Sejak dari losmen kami menginap, kami harus menanjak 30* keatas sepanjang 500m hingga sampai persis didepan pintu masuk utama, setelah tarik napas dan bayar tiket, kami masuk menggenjot dengan ngotot hingga sampai dicandi pertama. Waduh... lemes dengkul. Candi pertama ini dikenal sebagai tempat bersemayamnya danyang penjaga kompleks candi disini. Sambil melemaskan dengkul, minum mengisi perut, dan duduk duduk disekitar candi pertama. Candi pertama sudah lumayan naik lebih tinggi, jadi mata bisa bebas mengamati lokasi disini. Banyak yg mojok disana sini pacaran. Ampun, gayanya gak koaat rek, itu sih bukan pacaran biasa, itu sudah "kenyot kenyotan" gak keruan. Cipokan kok sampe kedada segala, ditempat umum lagi. Muke gile !


Setengah jam dicandi pertama, kali ini kita harus melewati tanjakan yg dua kali lebih menyakitkan. Tanjakan ini sudah dibeton dengan semen, mempunyai anak tangga. Muskil jika digenjot disini. Panjangnya hampir 300m keatas. Pantang menyerah, kami terus nekat naik. Jangan patah karena rasa nyeri, pokoknya cuma satu dikepala ini: harus sampai kelokasi candi ketiga. Ditengah perjalanan menuju candi kedua, saya berhenti. Tanjakan maut agak mereda dititik ini, dan lapar menyengat perut. Berat, beraaat banget rasanya. Penduduk kampung yg jualan disitu menatap kami dengan kasihan dan heran, pasti dipikirnya kami gila. Saya berhenti dan segera memesan 2 indomie dan dua telor rebus. Hakhakhak... laper berat. Makan kayak kuli. Paha kanan nyeri terasa seperti keram. Luarbiasa, jarang jarang kaki sampai menjerit begini. Pantas saja kami disebut "edan" ketika dibawah tadi, tanjakannya luarbiasa "neraka jahanam". Selesai makan, sepeda dikayuh. Beberapa anak tangga dilompati dengan paksa. Jatuh lalu diulangi, jatuh lagi dan ulangi lagi. Terus, terus, terus.. mata terus menatap kecandi kedua menyemangati jangan menyerah. Sampai akhirnya, kaki menjejakan dihalaman luas candi kedua. Gerimis menyambut saya ketika tiba diatas, celingukan kiri kanan gak ada tempat buat neduh membuat raincoat terpaksa dipakai. Gak jauh didepan, ada 3 cewe manis naik kuda turun. Mereka senyum senyum melihat saya yg ngos ngosan. Senyum "yang indah", saya gak anggap ngeledek deh, lumayan buat membayar capek ini dengan senyum mereka yang gak ada berhenti. Hahaha.
Icus masih dibawah. Dia tertinggal karena sibuk motret, menarik napas, dan menunggu gerimis diwarung indomie tadi. Disini view nya melegakan hati karena posisinya lebih tinggi. Terbayar rasa sakit dan semua napas yg menguap sepanjang jalan.

Setengah jam lebih melepaskan lelah, kami bergerak lagi lebih keatas.
Tujuannya adalah candi ketiga. Menuju sana jalan bukannya lebih ringan, tapi kembali menjadi lebih berat, hampir sama dengan yg ada dibawah tadi, malahan ditambah ada tikungan patah. Haduuuh, gak koaaat. Mampus deh. Rasanya napas sudah habis dari paruparu ketika kaki masuk kearea dimana candi ketiga berada.

Candi ketiga, sebetulnya adalah 4 candi berjajar.
3 bangunan candi berdiri utuh berdekatan, dan satu lagi masih dalam posisi hancur berantakan belum mengalami pembangunan ulang. Dalam kepercayaan mistik masyarakat lokal, dilokasi ngumpulnya 3 candi ini adalah tempat meminta kekayaan dunia. Uang, harta, emas, dan semua kemewahan dunia bisa didapat dengan memintanya kepada "danyang" penunggu 3 candi ini. Ceritanya memang rada serem. Tapi apa boleh buat, napas udah habis, badan lemes total, mau gak mau kami harus istirahat disini. Tempat angker lainnya --lagi lagi menurut penduduk-- adalah lokasi kubah belerang yang ada sendang (danau kecil) dan candi ketujuh yang biasanya dipakai buat meminta pusaka bertuah. Percaya atau engga, itu sih tergantung niat. Kalo kami niatnya pengen sepedaahan, bukan cari harta, pusaka, atau "kenyotan maut".

Diujung sore kami balik ke losmen membersihkan badan. Dengan tergesa semua barang dipak kembali kedalam Combi.
Kita harus segera pergi meninggalkan lokasi ini menuju Magelang lalu ke Jogja. Diiringi cahaya senja merah keemasan yang elok, Combi meluncur anteng menuju Jogja. Tepat jam 21.00 (10 Mei), kita sudah merapat di tempat menginap di Hotel Cakra Kembang, di Kaliurang.


Ahhh... hari yg melelahkan tapi sungguh manis.
hsgautama.blogspot.com











No comments:

Post a Comment

PERHATIAN :::::::::::
* Komentar soal isi blog ini saja. Promo dilarang disini, maaf.
* Jika kalian penipu online, fake onlineshop jangan harap bisa posting disini. Blog ini tidak dipakai buat numpang aksi penipuan oleh pihak lain. Cari makan halal sana dan jangan menipu.
* NO offensive item, NO haters gak jelas, NO Violence, NO SARA, NO Seks item whatsoeva, NO Judi online, NO drugs, NO Alcohol.

Pedagang Antik dan Barang Jadoel

10 Tahun Dagang Online

10 Tahun Dagang Online

Join Grup Pemancing Fesbuk "Pasarikan", klik foto banner

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...